KARANGASEM - Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1623/Karangasem terus memperkuat program pembangunan nonfisik melalui edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, Satgas TMMD menggelar penyuluhan kesiapsiagaan bencana di SDN 7 Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari perangkat Desa Pempatan, guru, serta siswa-siswi SDN 7 Pempatan. Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat desa yang tangguh dan siap menghadapi potensi bencana alam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, S.Sos., M.Si., yang hadir sebagai narasumber menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
“Penyuluhan ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja. Kami berharap seluruh peserta dapat memahami langkah-langkah penanganan bencana dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, ” ujar Ida Ketut Arimbawa.
Ia menjelaskan, Kabupaten Karangasem memiliki sejumlah potensi bencana alam seperti angin kencang, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem yang dapat mengancam keselamatan warga jika tidak diantisipasi dengan baik.
Dalam materi yang disampaikan, peserta diberikan pemahaman mengenai tahapan penanggulangan bencana mulai dari pra bencana, saat terjadi bencana, hingga pascabencana. Warga juga diedukasi mengenai pentingnya mengenali risiko lingkungan, menyiapkan jalur evakuasi, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyiapkan perlengkapan darurat.
“Saat bencana terjadi, masyarakat harus tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan jiwa. Sedangkan pascabencana, warga diharapkan aktif menjaga kesehatan dan mendukung proses pemulihan lingkungan, ” tambahnya.
Sementara itu, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1623/Karangasem menilai kegiatan penyuluhan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan wilayah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, selain pembangunan fisik yang tengah berlangsung di Desa Pempatan.
Program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana alam. Sinergi antara TNI, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi situasi darurat.
(Agung)
