KARANGASEM - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1623/Karangasem tidak hanya fokus membangun infrastruktur desa, tetapi juga menyentuh langsung kualitas kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan nonfisik, Satgas TMMD menggandeng tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi penting terkait pencegahan stunting, pelayanan Posyandu, hingga deteksi dini penyakit tidak menular kepada warga Dusun Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (13/5/2026).
Dusun Kubakal dipilih sebagai lokasi TMMD karena dinilai memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, namun belum tergarap optimal akibat keterbatasan infrastruktur dan sarana pendukung lainnya.
Kehadiran Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1623/Karangasem pun membawa semangat baru bagi masyarakat. Selain pembangunan fisik, program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kesehatan dinilai mampu membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Bertempat di Aula Kantor Desa Pempatan, sekitar 50 warga mengikuti penyuluhan kesehatan yang dibawakan Bidan Ni Wayan Ekawati, S.Tr.Kep., tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Rendang. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran Posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak sejak dini.
“Ibu-ibu harus rutin datang ke Posyandu setiap bulan untuk memantau berat badan, tinggi badan, dan perkembangan balita. Deteksi dini sangat penting agar anak tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting, ” ujar Ni Wayan Ekawati di hadapan peserta penyuluhan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air putih.
“ASI eksklusif merupakan fondasi utama pertumbuhan anak. Selain itu, imunisasi dasar wajib dilengkapi karena menjadi perlindungan awal terhadap berbagai penyakit berbahaya, ” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bidan yang akrab disapa Yan Eka tersebut juga mengedukasi warga mengenai pentingnya membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) setiap kali datang ke Posyandu.
“Buku KIA berisi catatan lengkap kesehatan ibu dan anak, mulai masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak usia lima tahun. Dengan pemantauan yang baik, risiko stunting dapat dicegah sejak dini, ” tambahnya.
Tak hanya fokus pada kesehatan balita, penyuluhan juga menyasar warga usia 15 tahun ke atas melalui edukasi Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin guna mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, obesitas, hingga penyakit jantung.
“Posbindu menjadi langkah penting untuk deteksi dini penyakit tidak menular sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, ” ungkap Ni Wayan Ekawati.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 1623/Karangasem Letkol Inf Gurbasa Samosir menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik semata, melainkan juga upaya membangun kualitas sumber daya manusia di desa.
“TMMD itu bukan hanya soal pembangunan infrastruktur. Pembangunan desa harus dibarengi peningkatan pengetahuan dan karakter masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi. Jika tidak, kemajuan desa akan berjalan lambat, ” tegas Letkol Gurbasa Samosir.
Menurutnya, sinergi antara pembangunan fisik dan nonfisik menjadi kunci utama dalam menciptakan desa yang mandiri, sehat, dan sejahtera.
Program TMMD Ke-128 Kodim 1623/Karangasem diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di Dusun Kubakal, baik dari sisi pembangunan wilayah, peningkatan kesehatan masyarakat, maupun penguatan ekonomi warga desa secara berkelanjutan.
(Agung)
